Mengenal Program linear (linear programming)

Program linear (linear programming) adalah salah satu teknik dalam riset operasional yang digunakan paling luas.LP merupakan teknik dalam mengalokasikan sumberdaya langka yang dimiliki perusahaan pada berbagai pilihan investasi untuk mencapai tujuan tunggal seperti maksimalisasi keuntungan atau minimalisasi biaya (Furqon, 2010).

Linear programming (LP) atau pemrograman linear (PL) adalah suatu pendekatan matematis untuk menyelesaikan suatu permasalahan agar didapatkan hasil yang optimal.Permasalahan yang sering diselesaikan dengan Linear Programming adalah dalam pengalokasian factor-faktor produksi yang terbatas jumlahnya terhadap berbagai kemungkinan produksi sehingga didapatkan manfaat yang optimal (maksimal dan minimal).Sasaran maksimal, misalnya secara efisien sehingga manfaat yang ingin dicapai (jumlah produksi/nilai penjualan/laba, dan lain-lain) menjadi maksimal. Sasaran minimal misalnya, bagaimana mencari kombinasi produksi agar penggunaan faktor-faktor produksi minimal tetapi manfaat yang dicapai (dari kombinasi produksi) tidak lebih rendah dari angka yang diinginkan ( Tarigan, 2005).

Program linear yang diterjemahkan dari Linear Programming (LP) adalah suatu cara untuk menyelesaikan persoalan pengalokasian sumber-sumber yang  terbatas diantara diantara beberapa aktivitas yang bersaing, dengan cara yang terbaik yang mungkin dilakukan. Persoalan pengalokasian ini akan muncul manakala seseorang harus memilih tingkat aktivitas-aktivitas tertentu yang bersaing dalam hal penggunaan sumber daya langka yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas tersebut.Program linear ini menggunakan model matematis untuk menjelaskan persoalan yang dihadapinya.Sifat “linear” disini memberi arti bahwa seluruh fungsi matematis dalam model ini merupakan fungsi yang linear, sedangkan kata “programa” merupakan sinonim untuk perencanaan.Dengan demikian, programa linear (LP) adalah perencanaan aktivitas-aktivitas untuk memperoleh suatu hasil yang optimum, yaitu suatu hasil yang mencapai tujuan terbaik diantara seluruh alternatif yang fisibel (Dimyati dan Akhmad, 2006).

Program linear adalah sebuah alat deterministik yang berarti bahwa semua parameter model diasumsikan diketahui dengan pasti.Tetapi, dalam kehidupan nyata, jarang seseorang menghadapi masalah dimana terdapat kepastian yang sesungguhnya.Teknik LP mengkompensasi “kekurangan ini” dengan memberikan analisis pasca-optimum dan analisis parametris yang sistematis untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang bersangkutan (Taha, 1996).

Metode simpleks mengidentifikasi titik ekstrim atau titik sudut secara lajabar.  Metode simplek mengharuskan agar setiap batasan ditempatkan dalam bentuk standar yang khusus dimana semua batasan diekspresikan sebagai persamaan dengan menambahkan variabel slack dan surplus sebagaimana diperlukan.  Jenis konversi ini umumnya menghasilkan sekelompok persamaan dimana jumlah variabel adalah lebih besar dari pada jumlah persamaan, yang umumnya berarti bahwa persamaan tersebut menghasilkan jumlah persamaan, yang umumnya berarti bahwa persamaan tersebut menghasilkan sejumlah titik pemecahan yang tidak terbatas.Titik ekstrim dari ruang ini dapat diidentifikasi secara aljabar sebagai pemecah dasar (basic solution) dari sistem persamaan simultan tersebut.  Dasar teori aljabar linear, sebuah pemecahan dasar diperoleh dengan menetapkan beberapa variabel yang sebanyak selisih antara jumlah total variabel dengan jumlah total persamaan memiliki nilai sama dengan nol dan lalu memecahkan variabel sisa, dengan ketentuan bahwa kondisi tersebut menghasilkan satu pemecahan yang unik (Taha, 1996).

Minimalisasi Biaya Dan Efisiensi

Minimalisasi Biaya dan Efisiensi - Salah satu strategi yang dilakukan individu atau organisasi untuk meningkatkan wealth atau kesejahteraan adalah dengan meminimalisasi biaya. Adapun, bentuk strategi minimalisasi biaya ini, yang oleh Oliver Williamson (seorang pakar transactions cost economics dan pemenang hadiah Nobel Ekonomi tahun 2009) disebut sebagai economizing strategy, berfokus pada langkah-langkah dan upaya minimalisasi biaya melalui upaya minimalisasi aktivitas yang menimbulkan biaya tersebut serta upaya maksimalisasi aktivitas yang berpotensi meminimalisasi biaya tersebut (Prasetyo, 2010).

Efisien menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya),  mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat,  berdaya guna, bertepat guna.Sedangkan definisi dari efisien adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum.Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan keluaran yang diterima (Wibisono, 2010).

Efisiensi dalam ilmu ekonomi digunakan untuk merujuk pada sejumlah konsep yang terkait pada kegunaan pemaksimalan serta pemanfaatan seluruh sumber daya dalam proses produksi barang dan jasa. Sebuah sistem ekonomi dapat disebut efisien bila memenuhi kriteria berikut (Anonima, 2010) :

a. Tidak ada yang bisa dibuat menjadi lebih makmur tanpa adanya pengorbanan.
b. Tidak ada keluaran yang dapat diperoleh tanpa adanya peningkatkan jumlah masukan.
c. Tidak ada produksi bila tanpa adanya biaya yang rendah dalam satuan unit.

Keuntungan akan didapat apabila harga jual melebihi biaya produksi, sedangkan harga jual yang rendah memungkinkan untuk memenangkan persaingan, seandainya harga telah ditentukan sebagai sarana untuk keunggulan bersaing maka kemampuan fungsi operasi dituntut untuk berproduksi dengan biaya yang serendah mungkin atau efisiensi dengan produktivitas tinggi.  Karena itu, penentuan lokasi, rancang bangun produk, penggunaan peralatan, kinerja buruh, pengelolaan inventory penggunaan teknologi dan sebagainya mempunyai dampak pada besar kecilnya biaya produksi (Sumayang, 2003).

Menurut Sumayang (2003), bahwa biaya biasanya dapat dikurangi melalui usaha-usaha sebagai berikut:

  • Pengalaman para pekerja yang ditingkatkan melalui efek pembelajaran atau “learning effect”, peningkatan keahlian dan keterampilan melalui spesialisasi pekerjaan.
  • Perbaikan dalam metode, peralatan, rancang bangun produk, pengelolaan inventory, tata ruang, arus produksi, penerapan “economic of scale” dan perbaikan dalam struktur organisasi.

Keseluruhan usaha perbaikan dan peningkatan ini disebut “organizational learning” dalam rangka peningkatan efisiensi yang tentunya memerlukan biaya investasi yang besar tetapi akan memberikan manfaat penekanan biaya operasi selanjutnya.  Bagaimana pun biaya adalah suatu faktor penentu sebagai penunjang kelangsungan hidup perusahaan (Sumayang, 2003).

Penggolongan biaya menurut fungsi pokok dalam perusahaan

Penggolongan biaya menurut fungsi pokok dalam perusahaan
Dalam perusahaan manufaktur terdapat tiga fungsi pokok yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi administrasi dan umum. Oleh karena itu biaya dapat dikelompokkan menjadi: 

Biaya produksi , 

Biaya produksi merupakan biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produksi jadi yang siap untuk dijual, misalnya biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya gaji karyawan dan lain-lain. 

Pengertian biaya produksi secara lebih luas adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi untuk tujuan tertentu (Mulyadi, 1999:8-9). Dalam arti sempit biaya produksi dapat diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. Biaya produksi dapat juga didefinisikan sebagai harga pokok yang digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan dan akan dipakai sebagai pengurang penghasilan (Supriyono, 1997:16). Dari pengertian biaya produksi tersebut dapat disimpulkan bahwa biaya produksi adalah pengorbanan sumber ekonomi dalam rangka melakukan usaha-usaha pokok perusahaan yakni untuk mendapatkan laba. Biaya produksi juga merupakan biaya yang dipakai untuk menilai persediaan yang dicantumkan dalam laporan keuangan dan jumlahnya relatif lebih besar daripada jenis biaya lain yang selalu terjadi berulang-ulang dalam pola yang sama secara rutin. 

Biaya produksi atau operasional dalam sistem industri memainkan peran yang sangat penting, karena ia menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan antar industri dalam pasar global. Hal ini disebabkan proporsi biaya produksi dapat mencapai sekitar 70% – 90% dari biaya total penjualan secara keseluruhan, sehingga reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan membuat harga jual yang ditetapkan oleh produsen menjadi lebih kompetitif (Anonim, 2007).

Biaya produksi adalah akan digunakan untuk menghasilkan barang-barang produksi oleh perusahaan tersebut. Untuk analisis biaya produksi perlu diperhatikan dua jangka waktu, yaitu: (Susanto, 2010).
  • jangka panjang, yaitu jangka waktu di mana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan dan
  • jangka pendek, yaitu jangka waktu dimana sebagian faktor produksi dapat berubah dan sebagian lainnya tidak dapat berubah. Dalam bab ini hanya dibahas biaya produksi jangka pendek.
Menurut obyek pengeluaran secara garis besar, biaya produksi dibagi menjadi tiga yaitu: 
  • Biaya bahan baku, bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi. Di dalam memperoleh bahan baku, perusahaan tidak hanya mengeluarkan biaya sejumlah harga beli saja, tetapi juga mengeluarkan biaya-biaya pembelian, pergudangan, dan biaya perolehan lainnya. 
  • Biaya tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan proses produksi. Misalnya (gaji karyawan pabrik, biaya kesejahteraan karyawan pabrik, upah lembur karyawan pabrik, upah mandor pabrik dan gaji manajer pabrik) 
  • Biaya tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan proses produksi. Misalnya (gaji karyawan pabrik, biaya kesejahteraan karyawan pabrik, upah lembur karyawan pabrik, upah mandor pabrik dan gaji manajer pabrik) 

Biaya overhead pabrik, biaya overhead pabrik dapat digolongkan dengan tiga cara penggolongan: 
  • Penggolongan biaya overhead pabrik menurut sifatnya, dikelompokkan menjadi beberapa golongan berikut ini (biaya bahan penolong, biaya reparasi, pemeliharaan, dll). 
  • Penggolongan biaya overhead pabrik menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, yang dibagi menjadi tiga golongan yaitu biaya overhead pabrik tetap, variabel dan semi variabel).
  • Penggolongan biaya overhead pabrik menurut hubungannya dengan departemen, yang digolongkan menjadi dua yaitu biaya overhead langsung departemen dan biaya overhead tidak langsung departemen.


Biaya pemasaran 

Biaya pemasaran merupakan biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk, contohnya: biaya iklan, biaya pengangkutan, dan biaya gaji bagian pemasaran. 

Biaya pemasaran adalah semua biaya yang terjadi sejak produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai dengan produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai (Mulyadi, 1991 : 529).

Adanya biaya-biaya ini akan menambah biaya yang telah dikeluarkan dalam memproduksi produk. Agar biaya pemasaran ini dapat efektif maka para manajer harus berusaha mengendalikan dan memperhitungkan dengan cermat. Pengendalian dan analisis biaya pemasaran merupakan dua kegiatan yang saling melengkapi dan bersangkut paut dengan pengalokasian beban pemasaran ke berbagai kelompok biaya seperti wilayah, pelanggan, dan produk. Pengaruh penjualan dari setiap produk sangat dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengendalian usaha penjualan. Volume penjualan yang tinggi dan laba perusahaan secara keseluruhan tidak selalu berarti bahwa semuanya beres. Produk yang menguntungkan dan tidak menguntungkan harus diidentifikasi sehingga dapat diputuskan produk yang akan dipertahankan dalam pasaran.

Biaya pemasaran merupakan biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk, contohnya: biaya iklan, biaya pengangkutan, dan biaya gaji bagian pemasaran. 

Secara  garis besar  biaya pemasaran dapat dibagi menjadi dua golongan:
  1. Biaya  untuk  mendapatkan pesanan (order-getting costs), yaitu semua  biaya  yang  dikeluarkan  dalam  usaha untuk memperoleh pesanan.
  2. Biaya  untuk memenuhi pesanan (order-filling costs), yaitu semua biaya yang dikeluarkan untuk mengusahakan agar supaya produk sampai  ke tangan pembeli dan biaya-biaya untuk mengumpulkan piutang dari pembeli.
Menurut  fungsi pemasaran, biaya pemasaran digolongkan sebagai berikut:
  1. Fungsi penjualan. Fungsi ini terdiri dari kegiatan untuk memenuhi pesanan yang diterima dari pelanggan.
  2. Fungsi advertensi. Fungsi ini terdiri dari kegiatan perancangan dan pelaksanaan kegiatan order getting melalui kegiatan advertensi dan promosi.
  3. Fungsi pergudangan. Fungsi ini terdiri dari kegiatan penyimpanan produk jadi yang siap untuk dijual.
  4. Biaya pembungkusan dan pengiriman. Fungsi ini terdiri dari kegiatan pembungkusan produk dan pengiriman produk kpd pembeli.Fungsi  kredit dan penagihan. Fungsi ini terdiri dari kegiatan pemantauan  kemampuan keuangan pelanggan dan penagihan piutang dari pelanggan.
  5. Fungsi  akuntansi pemasaran. Fungsi  ini terdiri dari kegiatan pembuatan faktur dan penyelenggaraan catatan akuntansi penjualan.
Biaya administrasi dan umum 

Biaya administrasi dan umum merupakan biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran produk.  Contohnya :biaya gaji karyawan bagian akuntansi, bagian keuangan, bagian personalia dan bagian hubungan masyarakat. 

Pengertian Biaya Dan klasifikasi Biaya

Pengertian Biaya Dan Klasifikasi Biaya
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya

Semua pengeluaran perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi yang implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal (Anonim, 2011).

Biaya merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Hal ini disebabkan biaya sangat menentukan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan. Biaya adalah semua pengeluaran yang dapat diukur dengan uang, baik yang telah, sedang maupun yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk.

Biya merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Hal ini disebabkan biaya sangat menentukan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan.

Biaya adalah semua pengeluaran yang dapat diukur dengan uang, baik yang telah, sedang maupun yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk. Ilmu yang mempeajari masalah-masalah biaya adalah Akuntansi Biaya. Akuntasnsi biaya pada perusahaan berhubungan dengan tugas-tugas : mencatat, mengklasifikasikan, mengintrespestasikan, menyajikan dan mengendalikan biaya dari proses produksi.

Biaya dapat digolongkan berdasarkan sudut tinjauan, antara lain :

Menurut keterlibatan biaya dalam pembuatan produk :
  • Biaya bahan langsung = biaya yang timbul dari pemakaian semua bahan-bahan yang menjadi bagian dari produk jadi.
  • Biaya buruh langsung = biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang ikut terlibat dalam kegiatan proses produksi.

Biaya tak langsung pabrik = biaya yang terjadi dipabrik. Biaya ini terdiri dari :
  • Biaya bahan tak langsung = biaya dari semua bahan-bahan yang tidak menjadi bagian dari suatu produk, tetapi diperlukan dalam pengolahan bahan menjadi barag. Contoh : pengelasan pada pembuatan mobil
  • Biaya buruh tak lansung = biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang ada dipabrik, tetapi tidak langsung dalam proses pembuatan suatu produk. Contoh : gaji untuk pekerja bagian perawatan mesin.

Biaya komersial = biaya tak langsung yang tidak terjadi di pabrik. Biaya ini terdiri dari :
  • Biaya penjualan = pengeluaran yang dilakukan dalam rangka kegiatan penjualan suatu produk
  • Biaya administrasi = pengeluaran yang dilakukan untuk mendukung kegiatan-kegiatan pabrik.

Menurut perubahan dalam volume produksi
  • Biaya tetap : biaya yang tidak tergantung pada volume produksi
  • Biaya variabel : biaya yang berubah sebanding dengan perubahan volume produksi

Cara penentuan biaya pembuatan produk :
  • Biaya historis : yaitu penentuan biaya produk dengan mengumpulkan semua biaya yang telah terjadi dan diperhitungkan setelah operasi pembuatan produk selesai
  • Biaya sebelum pembuatan : suatu cara penentuan biaya pembuatan produk sebelum produk tersebut dibuat.

Biaya ini terbagi atas :
  • Biaya anggaran : berdasarkan kegiatan masa lalu dan perkiraan kegiatan pada masa yang direncanakan.
  • Biaya standar : berdasarkan standar-standar pelaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya

Trend Of Economy

Trend Of Economy - Economic Trend Of The World – One vital trend that’s visible is that the less our earth’s ability to produce food for its population. In times to come back, can additional and additional countries are experiencing food downside. The population is extremely a lot of and can still grow, however agricultural lands are decreasing each the amount and quality. and the problem of worldwide warming, climate chaos, the event of pests and plant diseases, water shortages, huge diversion of food crops into bio-energy, etc.. All of that led to world food provides dwindle.

When the provision is reduced however demand will increase, what happens is that the worth increase or inflation. Moreover, as a result of food is that the most elementary requirements so the extent of demand isn’t elastic; then very little are a shortage of food costs shot up. If the value of televisions, cell phones or automotive ride, individuals could refrain from or scale back the acquisition worth therefore the increase is just too drastic may be muted. however if the value of rice rose they still got to eat an exact quantity in order that they still got to purchase an exact quantity that’s tough to be reduced. albeit costs rise therefore high up spending all their cash, they’re going to purchase, therefore costs still soar till they run out of cash and wealth in the least (Source : Luckytaku Economic Trend Of The World). Read More Here